Assalamualaikum, untuk pertama kali aku memperkenalka diri, dengan
saya Geza yaitu seorang siswa dari sekolah Menengah Negeri yang terletak paling
ujung dalam sebuah kabupaten, disini saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya
yang mungkin bisa menjadi koreksi untuk kita semua, karena saya seorang calon
guru Agama Islam, tentu saya sangat memperhatikan hal-hal yang saya alami dari
masa lalu, sehingga menjadi koreksi untuk masa yang akan mendatang. Karena masa
lalu patut kita jadikan pelajaran dan menjadi bahan evaluasi yang cukup
menarik.
Dalam hal ini saya
akan bercerita tentang keberadaan Islam didalam pendidikan saya menjadi seorang
paskibraka, sebagaimana ini adalah penilaian menurut saya atau asumsi maupun
opini dari saya sendiri yang saya tekankan disini bahwa, didalam pendidikan
menjadi seorang paskibraka, nilai-nilai agama sama sekali tidak utamakan dalam
hal ini, terutama didalam asrama, ketika kita lepas dari pantauan pelatih semua
kepemimpinan diambil alih oleh seorang senior kami yang mungin lebih tau dan
lebih paham menjadi seorang paskibraka karena mungkin dia lebih dahulu menjadi
seorang paskibraka.
Saat didalam
asrama pemerintahan senior jauh dari
kata pendidikan secara umum, apalagi pendidikan secara Islam, sebagai seorang
muslim tentu ketika waktu subuh kita akan melaksanankan kewajiban kita sebagai
seorang muslim yaitu shalat subuh, namun disini kita malah disuruh pemanasan
ketika itu dan setelahnya malah kita dinasehati diajak renungan untuk bagaimana
kita menghormati orang tua, namun dari senior tersebut malah malah meninggalkan
tiang agama, bagaimana kita bisa percaya kalua dia mungkin menjalankan atau
mengaplikasikan apa yang dia katakana sedangkan dia sendiri tidak menghormati
atau tidak patuh kepada yang menciptanya, selain itu juga ketika selepas
latihan kita kembali ke asrama kita hanya dianjurkan kekamar hanya beberapa
waktu dan untuk shalat saja itu hanya diberi waktu 3 sampai 5 menit, sedangkan
kita shalat itukan harus khusyuk, dimana hati dan pikiran kita harus tertuju
kepada Allah SWT, namun karena diberi waktu tersebut kita shalat hanya sekedar
formalitas atau skedar menggugurkan kewajaiban saja.
Mungkin cukup
sekian yang saya sampaikan, ini hanyalah sebuah opini yang dapat menjadikan
koreksi bukan untuk menyindir ataupun apa, namun in hanyalah kritikan dari
seorang purna yang yang hanya berusaha taa kepadaNya, lebih dan kurang dari
perkataan saya, saya mohon maaf sebesar-besarnya, saya akhiri dengan
wassalamualaikum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar