youtube

Kamis, 07 April 2016

review ANALISIS KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI TAMAN KANAK-KANAK KECAMATAN KAMPAR PROVINSI RIAU

Hasil penelian menunjukkan bahwa menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu berada pada kategori yang cukup kondusif. Berdasarkan rata-rata skor dari tiap aspek membentuk kinerja mengajar guru, hal ini ditunjukkan oleh angka sebesar 75.88%, seperti yang tertera pada Tabel 1 skor tertinggi untuk kompetensi profesional terdapat pada aspek menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu sebesar 83.84%. Hal ini dapat diketahui bahwa kemampuan guru telah berusaha untuk mengembangkan kemampuannya dalam mendidik. Menurut Saiful Bahri Djamarah dalam Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno (2007: 43) guru adalah tenaga pendidik yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didiknya. Selain memberikan sejumlah ilmu pengetahuan, guru juga bertugas menanamkan nilai-nilai dan sikap kepada anak didik agar anak didik memiliki kepribadian yang paripurna. Dengan keilmuan yang dimilikinya, guru membimbing anak didik dalam mengembangkan potensinya. Untuk melakukan tugasnya tersebut seorang guru harus mampu menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa. Semakin banyak serorang guru mengasai materi akan memudahkan guru tersebut untuk mempersiapkan diri untuk tampil di dalam kelas. Belajar mengajar merupakan dua aktivitas yang berlangsung secara bersamaan, simultan dan memiliki fokus yang dipahami bersama. Hal tersebut harus dipahami oleh guru sebagai perencana dan pelaksana pembelajaran.
 
Dengan banyak guru menguasai materi diharapkan terjadi perubahan pada siswa yang diajarnya. Slameto dalam upuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno (2007: 10) menyebutkan ciri-ciri perubahan dalam belajar yakni (1) perubahan yang terjadi berlangsung secara sadar, sekurang-kurangnnya sadar bahwa pengetahuannya bertambah, sikapnya berubah, kecakapannya bekembang, (2) perubahan dalam belajar bersifat kontiniu dan fungsional, belajar bukan fungsi statis karena terus berkembang secara gradual dan setiap hasil belajar memiliki makna dan guna yang praktis, (3) perubahan belajar bersifat positif dan aktif, belajar senantiasa menuju perubahan yang lebih baik, (4) perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara, bukan hasil belajar jika perubahan itu sesaat, (5) perubahan dalam belajar bertujuan dan terarah, sebelum belajar seseorang hendaknya menyadari apa yang akan berubah pada dirinya melalui belajar, (6) perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku, bukan bagian-bagian tertentu secara parsial. Perubahan tingkahlaku pada siswa, dalam konteks pembelajaran merupakan produk dan usaha guru melalui kegiatan mengajar. Hal ini dapat dipahami karena mengajar merupakan suatu  aktivitas khusus yang dilakukan guru untuk menolong dan membimbing anak didik memperoleh perubahan dan pengembangan skill (keahlian), attitude (sikap), appreaciation (penghargaan) dan knowledge (pengetahuan). Secara struktur kegiatan mengajar mengandung beberapa komponen yakni sebagai beriku: pertama adalah tujuan, tujuan merupaka suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan pembelajaran. Tidak ada suatu pembelajaran yang diprogramkan tanpa tujuan karena hal ini merupakan kegiatan yang tidak memiliki kepastian dalam menentukan arah, target akhir dan prosedur yang dilakukan. Tujuan dalam pendidikan dan pengajaran merupakan suatu cita-cita yang bernilai normatif. Sebab dalam tujuan terdapat sejumlah nilai yang harus ditanamkan kepada anak didik. Nilai nilai itu nantinya akan mewarnai cara anak didik bersikap dan berbuat dalam lingkungan sosial, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Tujuan mempunyai jenjang dari yang luas atau umum sampai kepada yang sempit atau khusus. Semua tujuan itu berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Bila tujuan terendah tidak dapat tercapai, maka tujuan yang teratasnya tidak akan tercapai juga, dengan ini diartikan bahwa dalam merumuskan tujuan, maka kita harus benar-benar memperhatikan kesinambungan setiap jenjang tujuan pendidikan dan pengajarnya. 
sumber : http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=349756

Tidak ada komentar:

Posting Komentar