1.
Judul :
Efektivitas Pengembangan Manajemen Pendidikan Tinggi
2.
Penulis : Linda
Setiawati
3.
Isi :
Dalam
pengembangan manajemen sangat dibutuhkan sekali keefektivitasan terutama pada
penataan administrasi. Fungsi utama penataan administrasi pendidikan adalah
perencanaan (planning), pelaksanaan (implementing), dan pengawasan (evaluating)
pendidikan yang menyangkut tiga sumberdaya/ bidang garapan utama yaitu : (1)
Sumberdaya manusia (SDM) yang terdiri atas peserta didik, tenaga kependidikan, dan
masyarakat pemakai jasa pendidikan; (2) Sumber belajar (SB) adalah alat atau
rencana kegiatan yang akan dipergunakan sebagai media, di antaranya kurikulum;
dan (3) Sumber fasilitas dan dana (SFD) sebagai faktor pendukung yang
memungkinkan pendidikan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
4.
Tujuan penelitian :
untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas pengembangan
manajemen pendidikan terutama proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan
PTN di Jawa Barat; mengidentifikasi dan menganalisis indikator kriteria
perankingan universitas kelas dunia yang dilakukan THES, SJTU dan Webometric
yang telah dicapai oleh PTN di Jawa Barat; Mendeskripsikan dan
mengindentifikasi model manajemen pendidikan tinggi dilihat dari aspek interal
service quality, service capability serta eksternal service quality yang di
terapkan oleh PTN di Jawa Barat. Metode
penelitian yang digunakan adalah deskriptif analasis.Teknik pengumpulan
data yang dilakukan adalah studi literatur dan studi lapangan. Studi lapangan
menggunakan wawancara dan observasi. Sumber data dari 6 (enam) PTN di Jawa Barat, yaitu UI,
ITB, IPB, UNPAD, UPI, UIN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; dalam
pengembangan manajemen pendidikan tinggi dilihat dari fungsi manajemen
pendidikan, proses perencanaan dan pengawasan telah dilakukan dengan baik,
sedangkan proses pelaksanaan belum
memadai; dalam perangkingan universitas dunia, belum ada satu pun PTN di Jawa
Barat yang masuk ke dalam dengan kriteria THES dan SJTU. Berdasarkan
pemeringkatan versi webometric Juli 2012, 5 (lima) PTN di Jawa Barat masuk ke
dalam 1000 universitas top dunia, UI berada di peringkat peringkat 507 dan ITB
berada dalam peringkat 568, UPI berada di peringkat 630, IPB berada di
peringkat peringkat 764, dan UNPAD
berada di peringkat peringkat 990 ranking dunia; dilihat dari model
pengembangan manajemen pendidikan tinggi berdasarkan aspek internal service
quality, service capability serta eksternal service quality, PTN di Jawa Barat
mengembangkan manajemen pendidikan
tinggi disesuaikan dengan kekhasan masing-masing perguruan tinggi. internal
service quality dan eksternal service quality merupakan aspek yang sudah dapat
dipenuhi oleh masing-masing PTN, sedangkan service capability merupakan aspek
yang membutuhkan perhatian lebih banyak.
5.
Metode :
Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode penelitian yang
berusaha menggambarkan dan menginterprestasi obyek sesuai dengan apa adanya.
Dalam penelitian ini, penulis mendeskripsikan apa adanya tentang efektivitas
pengembangan manajemen pendidikan tinggi menuju world class university pada
Perguruan Tinggi Negeri Di Jawa Barat.
6.
Hasil
penelitian :
1. Dalam pengembangan manajemen
pendidikan tinggi dilihat dari fungsi manajemen pendidikan, proses perencanaan
dan pengawasan telah dilakukan dengan baik, sedangkan proses pelaksanaan belum memadai. Adapun
proses perencanaan merupakan proses yang dilaksanakan secara optimal, seluruh
PTN di Jawa Barat pada dasarnya telah melaksanakan seluruh indikator yang ada
pada proses perencanaan. Proses pengawasan merupakan proses kedua yang telah
mampu dilakukan sesuai dengan indikator yang ada, ini dikarenakan proses
pengawasan merupakan proses yang amat berpengaruh terhadap nilai akreditasi
yang diperoleh perguruan tinggi. Dan proses pada urutan terakhir yang belum
memadai adalah proses pelaksanaan, terlihat dari tindakan regulatif yaitu
tindakan yang dirancang untuk menjamin kepatuhan terhadap standar atau prosedur
yang telah ditetapkan masih sering kali belum sesuai dengan ketentuan yang
berlaku akibat masih adanya sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian
memadai.
2. Dalam kriteria perangkingan
universitas kelas dunia yang dilakukan THES, SJTU dan Webometric, diketahui bahwa lima PTN di Jawa Barat baru
mampu masuk ke dalam 1000 universitas top dunia versi webometric. Dalam edisi
Juli 2012, UI berada
diperingkat 507, ITB berada
diperingkat 568, UPI berada diperingkat 630, IPB berada diperingkat 764, dan
UNPAD berada diperingkat 990. Sedangkan UIN Sunan Gunung Djati berada di
peringkat 11498 (tersedia dalam http://www.webometrics.
info/rank_by_country.asp?country=id). Di sisi lain, belum ada satupun
universitas di Jawa Barat, bahkan di Indonesia yang mampu memenuhi kriteria
perangkingan THES dan SJTU. (tersedia dalam http://
www.timeshighereducation.co.uk/ worlduniversity-rankings/2011-2012/asia.html
dan http://www.arwu.org/ARWU2010.jsp)
3. Dalam model pengembangan
manajemen pendidikan tinggi menunjukkan bahwa secara umum PTN-PTN tersebut
belum mempunyai model pengembangan manajemen secara khusus, akan tetapi dalam
implementasi manajemen, aspek internal
service quality, service capability serta eksternal service quality telah
dipenuhi meskipun hasilnya belum optimal. Terlihat dari hasil pengamatan bahwa
internal service quality dan eksternal service quality merupakan aspek yang
paling terpenuhi oleh masing-masing PTN, sedangkan service capability merupakan
aspek yang membutuhkan perhatian lebih banyak. Terlihat dari indikator
advancement: kemajuan dalam keahlian dan ketrampilan kerja, creativity:
kreativitas yang berkembang serta independence: tingkat kemandirian dalam
bekerja masih kurang memadai.
7.
Implikasi
dari pemikiran :
Untuk itu perlu ditetapkan sebuah model manajemen yang
mengarah pada pengembangan perguruan tinggi baik itu untuk PTN maupun PTS di Jawa Barat. Model
pengembangan manajemen yang digunakan dapat dilihat dari
Internal Service Quality (Intqual),
Service Capability, dan Eksternal Service Quality (Servqual) yang dilakukan
secara menyeluruh oleh manajemen perguruan tinggi secara keseluruhan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripskan dan menganalisis pengembangan
manajemen pendidikan tinggi dilihat dari fungsi manajemen pendidikan terutama
proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan pada Perguruan Tinggi
Negeri di Jawa Barat, mengidentifikasi dan menganalisis indikator kriteria
perangkingan universitas kelas dunia yang dilakukan THES, SJTU dan Webometric
telah tercapai oleh Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Barat, mengetahui bagaimana
model pengembangan manajemen pendidikan tinggi dilihat dari aspek internal
service quality, service capability serta eksternal service quality yang
diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Barat.
Sumber : Jurnal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar