youtube

Rabu, 20 April 2016

Review Jurnal



1.      Judul                                       : Efektivitas Pengembangan Manajemen Pendidikan Tinggi

2.      Penulis                                     : Linda Setiawati

3.      Isi                                            :
Dalam pengembangan manajemen sangat dibutuhkan sekali keefektivitasan terutama pada penataan administrasi. Fungsi utama penataan administrasi pendidikan adalah perencanaan (planning), pelaksanaan (implementing), dan pengawasan (evaluating) pendidikan yang menyangkut tiga sumberdaya/ bidang garapan utama yaitu : (1) Sumberdaya manusia (SDM) yang terdiri atas peserta didik, tenaga kependidikan, dan masyarakat pemakai jasa pendidikan; (2) Sumber belajar (SB) adalah alat atau rencana kegiatan yang akan dipergunakan sebagai media, di antaranya kurikulum; dan (3) Sumber fasilitas dan dana (SFD) sebagai faktor pendukung yang memungkinkan pendidikan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

4.       Tujuan penelitian                   :
untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas pengembangan manajemen pendidikan terutama proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan PTN di Jawa Barat; mengidentifikasi dan menganalisis indikator kriteria perankingan universitas kelas dunia yang dilakukan THES, SJTU dan Webometric yang telah dicapai oleh PTN di Jawa Barat; Mendeskripsikan dan mengindentifikasi model manajemen pendidikan tinggi dilihat dari aspek interal service quality, service capability serta eksternal service quality yang di terapkan oleh PTN di Jawa Barat. Metode  penelitian yang digunakan adalah deskriptif analasis.Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi literatur dan studi lapangan. Studi lapangan menggunakan wawancara dan observasi. Sumber data  dari 6 (enam) PTN di Jawa Barat, yaitu UI, ITB, IPB, UNPAD, UPI, UIN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; dalam pengembangan manajemen pendidikan tinggi dilihat dari fungsi manajemen pendidikan, proses perencanaan dan pengawasan telah dilakukan dengan baik, sedangkan  proses pelaksanaan belum memadai; dalam perangkingan universitas dunia, belum ada satu pun PTN di Jawa Barat yang masuk ke dalam dengan kriteria THES dan SJTU. Berdasarkan pemeringkatan versi webometric Juli 2012, 5 (lima) PTN di Jawa Barat masuk ke dalam 1000 universitas top dunia, UI berada di peringkat peringkat 507 dan ITB berada dalam peringkat 568, UPI berada di peringkat 630, IPB berada di peringkat peringkat  764, dan UNPAD berada di peringkat peringkat 990 ranking dunia; dilihat dari model pengembangan manajemen pendidikan tinggi berdasarkan aspek internal service quality, service capability serta eksternal service quality, PTN di Jawa Barat mengembangkan  manajemen pendidikan tinggi disesuaikan dengan kekhasan masing-masing perguruan tinggi. internal service quality dan eksternal service quality merupakan aspek yang sudah dapat dipenuhi oleh masing-masing PTN, sedangkan service capability merupakan aspek yang membutuhkan perhatian lebih banyak.





5.      Metode                                    :
Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterprestasi obyek sesuai dengan apa adanya. Dalam penelitian ini, penulis mendeskripsikan apa adanya tentang efektivitas pengembangan manajemen pendidikan tinggi menuju world class university pada Perguruan Tinggi Negeri Di Jawa Barat.

6.      Hasil penelitian                       :
1. Dalam pengembangan manajemen pendidikan tinggi dilihat dari fungsi manajemen pendidikan, proses perencanaan dan pengawasan telah dilakukan dengan baik, sedangkan  proses pelaksanaan belum memadai. Adapun proses perencanaan merupakan proses yang dilaksanakan secara optimal, seluruh PTN di Jawa Barat pada dasarnya telah melaksanakan seluruh indikator yang ada pada proses perencanaan. Proses pengawasan merupakan proses kedua yang telah mampu dilakukan sesuai dengan indikator yang ada, ini dikarenakan proses pengawasan merupakan proses yang amat berpengaruh terhadap nilai akreditasi yang diperoleh perguruan tinggi. Dan proses pada urutan terakhir yang belum memadai adalah proses pelaksanaan, terlihat dari tindakan regulatif yaitu tindakan yang dirancang untuk menjamin kepatuhan terhadap standar atau prosedur yang telah ditetapkan masih sering kali belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku akibat masih adanya sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian memadai.

2. Dalam kriteria perangkingan universitas kelas dunia yang dilakukan THES, SJTU dan Webometric,  diketahui bahwa lima PTN di Jawa Barat baru mampu masuk ke dalam 1000 universitas top dunia versi webometric. Dalam edisi Juli 2012,  UI berada
diperingkat 507, ITB berada diperingkat 568, UPI berada diperingkat 630, IPB berada diperingkat 764, dan UNPAD berada diperingkat 990. Sedangkan UIN Sunan Gunung Djati berada di peringkat 11498 (tersedia dalam http://www.webometrics. info/rank_by_country.asp?country=id). Di sisi lain, belum ada satupun universitas di Jawa Barat, bahkan di Indonesia yang mampu memenuhi kriteria perangkingan THES dan SJTU. (tersedia dalam http:// www.timeshighereducation.co.uk/ worlduniversity-rankings/2011-2012/asia.html dan http://www.arwu.org/ARWU2010.jsp)

3. Dalam model pengembangan manajemen pendidikan tinggi menunjukkan bahwa secara umum PTN-PTN tersebut belum mempunyai model pengembangan manajemen secara khusus, akan tetapi dalam implementasi manajemen,  aspek internal service quality, service capability serta eksternal service quality telah dipenuhi meskipun hasilnya belum optimal. Terlihat dari hasil pengamatan bahwa internal service quality dan eksternal service quality merupakan aspek yang paling terpenuhi oleh masing-masing PTN, sedangkan service capability merupakan aspek yang membutuhkan perhatian lebih banyak. Terlihat dari indikator advancement: kemajuan dalam keahlian dan ketrampilan kerja, creativity: kreativitas yang berkembang serta independence: tingkat kemandirian dalam bekerja masih kurang memadai.

7.      Implikasi dari pemikiran         :
Untuk itu  perlu ditetapkan sebuah model manajemen yang mengarah pada pengembangan perguruan tinggi baik itu  untuk PTN maupun PTS di Jawa Barat. Model pengembangan manajemen yang digunakan dapat dilihat dari
Internal Service Quality (Intqual), Service Capability, dan Eksternal Service Quality (Servqual) yang dilakukan secara menyeluruh oleh manajemen perguruan tinggi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripskan dan menganalisis pengembangan manajemen pendidikan tinggi dilihat dari fungsi manajemen pendidikan terutama proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan pada Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Barat, mengidentifikasi dan menganalisis indikator kriteria perangkingan universitas kelas dunia yang dilakukan THES, SJTU dan Webometric telah tercapai oleh Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Barat, mengetahui bagaimana model pengembangan manajemen pendidikan tinggi dilihat dari aspek internal service quality, service capability serta eksternal service quality yang diterapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Barat.

Sumber : Jurnal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar