youtube

Kamis, 07 April 2016

GAYA BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN LATAR BELAKANG ETNIS (TIONGHOA-DAYAK) DI KABUPATEN SINTANG KALIMANTAN BARAT



Ini dari angkatan perang Jawa dan takut mendapat hukuman dari Khubilai Khan, kemungkinan besar beberapa dari mereka melarikan diri dan menetap di Kalimantan Barat. Tahun 1745, orang Cina didatangkan besar-besaran untuk kepentingan perkongsian, karena Sultan Sambas dan Panembahan Mempawah menggunakan tenagatenaga orang Cina sebagai wajib rodi dipekerjakan di tambang-tambang emas. Kedatangan mereka di Monterado membentuk kongsi Taikong (Parit Besar) dan SamtoKiaw (Tiga Jembatan). Orangorang Cina di kalimantan Barat berasal dari tenggara Tiongkok, mereka termasuk suku-suku Hakka, Hainan, Hokkien, Kantonis, Hokcia, dan Tiochiu. Sebagian besar masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat bermata pencaharian sebagai pedagang. Data statistik tahun 1930 memperlihatkan bahwa secara persentase di Indonesia lebih banyak orang Tionghoa berkecimpung dalam kegiatan perdagangan dibandingkan dengan orang pribumi atau Eropa. Dalam konteks budaya, masyarakat suku Tionghoa selain mengambil strategi ekonomi dari nenek moyang, mereka sekaligus mengadopsi sistem ekonomi yang berlaku di dunia modern. Pola penyesuaian dengan lingkungan budaya mereka tinggal merupakan ciri dari budaya bisnis yang diturunkan dari peradaban China. Demikian juga sumber daya manusia yang memadai menjadikan mereka sangat unggul.

Dengan semangat dan sumber daya China yang handal, pengusaha suku Tionghoa mampu menjalankan bisnisnya sehingga hampir 80% perekonomian Indonesia (Usman, 2009: 14). Banyak pengusaha-pengusaha sukses justru adalah orang Tionghoa atau keturunan Tionghoa, meskipun suku Tionghoa jumlahnya minoritas. Ciriciri positif budaya suku Tionghoa dalam perilaku pengusaha antara lain adalah teguh memegang janji, ulet berusaha, tekun, hemat dan kokohnya solidaritas kelompok. Perilaku-perilaku yang juga menonjol dalam dunia usaha adalah mementingkan hubungan antar pribadi, saling percaya, mereka tidak melakukan negosiasi jika tidak yakin apa yang dilakukannya, menjunjung tinggi kenikmatan hidup serta selalu mempelajari situasi demi strategi yang tepat. Hal-hal yang dipandang positif bagi kelompok suku Tionghoa yang berpengaruh terhadap perilaku usaha antara lain adalah baik untuk mempunyai tujuan, mengatur perencanaan yang baik, tidak takut gagal, berjuang tanpa henti akan ide kreatif dan inovatif, serta memikirkan masa depan secara matang. Etos kerja mereka dipengaruhi ajaran Konfusius, yang menekankan bahwa keseriusan dan kerajinan sebagai aspek penting dalam hidup.
Sumber :  http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=349755

Tidak ada komentar:

Posting Komentar