youtube

Rabu, 20 April 2016

Review Film

Sebuah film yaang shooting diEropa, namun menceritakan tentang sebuah kisah suami istri yang bekerja menjadi seorang jurnalis negara lain yang tetap mengedepankan nilai-nilai Islam, namun begitu banyak cobaan yang mereka lalui dinegara orang lain, sehingga sulit bagi pasutri untuk menemukan narassumber untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam film bulan terbelah dilangit eropa.

Review Buku


Judul           : Kuliah Aqidah Islam
Penulis        : Prof. Dr. H. Yunahar, Lc. , M.A.                
                        Penerbit       : Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI)
Jumlah Halaman  : 263 Halaman





Review :
            Aqidah adalah keyakinan (al-munawir) relevansi antara arti kata ‘aqdan dan aqidah’ keyakinan itu tersimpul dengan buku di dalam hati, bersifat mengikat dan mengandung perjanjian. Aqidah mempunyai pembahasan ruang lingkup dan mempunyai sumber aqidah islam. Aqidah mempunyai beberapa kaidah aqidah dan fungsi aqidah.

Review Jurnal



1.      Judul                                       : Efektivitas Pengembangan Manajemen Pendidikan Tinggi

2.      Penulis                                     : Linda Setiawati

3.      Isi                                            :
Dalam pengembangan manajemen sangat dibutuhkan sekali keefektivitasan terutama pada penataan administrasi. Fungsi utama penataan administrasi pendidikan adalah perencanaan (planning), pelaksanaan (implementing), dan pengawasan (evaluating) pendidikan yang menyangkut tiga sumberdaya/ bidang garapan utama yaitu : (1) Sumberdaya manusia (SDM) yang terdiri atas peserta didik, tenaga kependidikan, dan masyarakat pemakai jasa pendidikan; (2) Sumber belajar (SB) adalah alat atau rencana kegiatan yang akan dipergunakan sebagai media, di antaranya kurikulum; dan (3) Sumber fasilitas dan dana (SFD) sebagai faktor pendukung yang memungkinkan pendidikan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Menjadi Seorang Paskibraka

          Assalamualaikum, untuk pertama kali aku memperkenalka diri, dengan saya Geza yaitu seorang siswa dari sekolah Menengah Negeri yang terletak paling ujung dalam sebuah kabupaten, disini saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya yang mungkin bisa menjadi koreksi untuk kita semua, karena saya seorang calon guru Agama Islam, tentu saya sangat memperhatikan hal-hal yang saya alami dari masa lalu, sehingga menjadi koreksi untuk masa yang akan mendatang. Karena masa lalu patut kita jadikan pelajaran dan menjadi bahan evaluasi yang cukup menarik.
            Dalam hal ini saya akan bercerita tentang keberadaan Islam didalam pendidikan saya menjadi seorang paskibraka, sebagaimana ini adalah penilaian menurut saya atau asumsi maupun opini dari saya sendiri yang saya tekankan disini bahwa, didalam pendidikan menjadi seorang paskibraka, nilai-nilai agama sama sekali tidak utamakan dalam hal ini, terutama didalam asrama, ketika kita lepas dari pantauan pelatih semua kepemimpinan diambil alih oleh seorang senior kami yang mungin lebih tau dan lebih paham menjadi seorang paskibraka karena mungkin dia lebih dahulu menjadi seorang paskibraka.

Kamis, 07 April 2016

review ANALISIS KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI TAMAN KANAK-KANAK KECAMATAN KAMPAR PROVINSI RIAU

Hasil penelian menunjukkan bahwa menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu berada pada kategori yang cukup kondusif. Berdasarkan rata-rata skor dari tiap aspek membentuk kinerja mengajar guru, hal ini ditunjukkan oleh angka sebesar 75.88%, seperti yang tertera pada Tabel 1 skor tertinggi untuk kompetensi profesional terdapat pada aspek menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu sebesar 83.84%. Hal ini dapat diketahui bahwa kemampuan guru telah berusaha untuk mengembangkan kemampuannya dalam mendidik. Menurut Saiful Bahri Djamarah dalam Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno (2007: 43) guru adalah tenaga pendidik yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didiknya. Selain memberikan sejumlah ilmu pengetahuan, guru juga bertugas menanamkan nilai-nilai dan sikap kepada anak didik agar anak didik memiliki kepribadian yang paripurna. Dengan keilmuan yang dimilikinya, guru membimbing anak didik dalam mengembangkan potensinya. Untuk melakukan tugasnya tersebut seorang guru harus mampu menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa. Semakin banyak serorang guru mengasai materi akan memudahkan guru tersebut untuk mempersiapkan diri untuk tampil di dalam kelas. Belajar mengajar merupakan dua aktivitas yang berlangsung secara bersamaan, simultan dan memiliki fokus yang dipahami bersama. Hal tersebut harus dipahami oleh guru sebagai perencana dan pelaksana pembelajaran.

GAYA BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN LATAR BELAKANG ETNIS (TIONGHOA-DAYAK) DI KABUPATEN SINTANG KALIMANTAN BARAT



Ini dari angkatan perang Jawa dan takut mendapat hukuman dari Khubilai Khan, kemungkinan besar beberapa dari mereka melarikan diri dan menetap di Kalimantan Barat. Tahun 1745, orang Cina didatangkan besar-besaran untuk kepentingan perkongsian, karena Sultan Sambas dan Panembahan Mempawah menggunakan tenagatenaga orang Cina sebagai wajib rodi dipekerjakan di tambang-tambang emas. Kedatangan mereka di Monterado membentuk kongsi Taikong (Parit Besar) dan SamtoKiaw (Tiga Jembatan). Orangorang Cina di kalimantan Barat berasal dari tenggara Tiongkok, mereka termasuk suku-suku Hakka, Hainan, Hokkien, Kantonis, Hokcia, dan Tiochiu. Sebagian besar masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat bermata pencaharian sebagai pedagang. Data statistik tahun 1930 memperlihatkan bahwa secara persentase di Indonesia lebih banyak orang Tionghoa berkecimpung dalam kegiatan perdagangan dibandingkan dengan orang pribumi atau Eropa. Dalam konteks budaya, masyarakat suku Tionghoa selain mengambil strategi ekonomi dari nenek moyang, mereka sekaligus mengadopsi sistem ekonomi yang berlaku di dunia modern. Pola penyesuaian dengan lingkungan budaya mereka tinggal merupakan ciri dari budaya bisnis yang diturunkan dari peradaban China. Demikian juga sumber daya manusia yang memadai menjadikan mereka sangat unggul.

Minggu, 13 Maret 2016

Pendidikan Karakter Berjamaah di Masjid




            Dalam melatih atau membiasakan diri untuk shalat lima waktu dimasjid, tidaklah semua melalui suatu proses. Langkah pertama yang sangat berperan dalam pendidikan karakter berjamaah di masjid itu ialah lingkungan, yang dimaksud lingkungan disini adalah lingkungan keluarga, dimana keluarga sangat berperan penting dalam proses pendidikan karakter berjamaah di masjid, karena lingkungan keluarga itu hampir 90% sangat mempengaruhi sifat atau sikap maupun prilaku seseorang didalam keluarga itu sendiri. Dalam keluarga sendiri peran orang tua sangat dominan dalam hal ini, karena kebiasan-kebiasan itu banyak didapat dari yang diajarkan orang tua. Maka dari itu orang tua, terutama ayah sangat berperan penting dalam mengajarkan pendidikan karakter berjamaah di masjid kepada putra dan putri serta keluarga, dengan langkah awal yang seperti ini, niscaya mengjarkan pendidikan karakter berjamaah di masjid kepada seseorang sangatlah tepat dan benar.
            Untuk langkah yang kedua, dalam adaptasi dengan lingkungan masjid, buat nyaman seseorang berada dilingkungan masjid, dengan selalu membimbing dengan halus, jangan sampai mengucilkan seseorang itu sendiri, karena sekali pun seseorang itu disakiti, maka dia akan jera dan akibatnya dia tidak mau lagi untuk pergi ke masjid, maka perasaan seseorang yang baru saja mencoba beristiqomah berjamaah di masjid jangan sampai tersakiti, karena dengan demikian semua yang telah berperan dalam pendidikan karakter berjamaah di masjid akan susah untuk mengajak seseorang kembali berjamaah dimasjid. Karena seseorang masih dalam proses beristiqoma, hatinya sangatlah renta bila disakiti atau tidak dibuat nyaman dalam lingkungan masjid.